Ayat Kursi: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Tips Menghafalnya

Ayat Kursi: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Tips Menghafalnya

Muslimah Daily · Hijaberies · Diperbarui 15 Oktober 2026

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari surat Al-Baqarah, dan disebut Rasulullah ﷺ sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Banyak muslimah membacanya sebelum tidur dan setelah shalat. Berikut bacaan Ayat Kursi dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, lengkap dengan makna per kalimat, keutamaan dari hadis shahih, dan tips menghafalnya.

Sekilas Ayat Kursi:
• Letak: surat Al-Baqarah (surat ke-2) ayat 255
• Juz: 3
• Golongan surat: Madaniyah
• Nama diambil dari kata kursiyyuhu (Kursi-Nya) di tengah ayat

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, dan Artinya

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ﴿255﴾

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

QS. Al-Baqarah: 255 · Teks dan terjemahan Qur’an Kemenag RI

Tulisan latin adalah panduan pelafalan. Untuk bacaan yang benar sesuai tajwid, tetap ikuti teks Arab dan belajar kepada guru mengaji.

Makna Ayat Kursi per Kalimat

Ayat Kursi tersusun dari sepuluh kalimat yang semuanya mengenalkan sifat-sifat Allah:

  1. Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Penegasan tauhid: hanya Allah yang berhak disembah.
  2. Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Al-Hayy dan Al-Qayyum: hidup-Nya sempurna, dan seluruh makhluk bergantung pada pengurusan-Nya.
  3. Tidak dilanda kantuk dan tidak pula tidur. Pengawasan Allah tidak pernah lengah sedetik pun.
  4. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Semua yang kita miliki hanyalah titipan.
  5. Tidak ada yang dapat memberi syafaat tanpa izin-Nya. Pertolongan di akhirat sepenuhnya di bawah kehendak Allah.
  6. Mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Ilmu Allah meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan.
  7. Manusia tidak mengetahui ilmu-Nya kecuali yang Dia kehendaki. Ilmu manusia terbatas, hanya sebatas yang Allah izinkan.
  8. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dari kalimat inilah nama “Ayat Kursi” berasal; Kemenag menafsirkannya sebagai ilmu dan kekuasaan-Nya.
  9. Tidak merasa berat memelihara keduanya. Menjaga seluruh alam semesta sama sekali tidak memberatkan Allah.
  10. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Penutup yang mengagungkan Allah, Al-‘Aliyy dan Al-‘Azhim.

Keutamaan Ayat Kursi dari Hadis Shahih

  • Ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bertanya kepada Ubay bin Ka’ab ayat apa yang paling agung dalam Kitabullah, lalu Ubay menjawab Ayat Kursi, dan Rasulullah ﷺ membenarkannya (HR. Muslim no. 810).
  • Penjagaan saat tidur. Siapa yang membaca Ayat Kursi ketika hendak tidur, ia senantiasa dijaga oleh Allah dan setan tidak akan mendekatinya sampai pagi (HR. Bukhari no. 2311, dari kisah Abu Hurairah).
  • Dibaca setelah shalat wajib. Siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian (HR. An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).

Kapan Waktu Membaca Ayat Kursi?

  • Sebelum tidur, sebagai bagian dari dzikir sebelum tidur.
  • Setelah shalat fardhu, dalam rangkaian dzikir setelah salam. Lihat juga doa setelah shalat Subuh.
  • Dalam dzikir pagi dan petang, sebagaimana diamalkan banyak muslim.

Tips Menghafal Ayat Kursi

Ayat Kursi cukup panjang, jadi lebih mudah dihafal per potongan. Hafalkan satu potongan sampai lancar sebelum lanjut ke potongan berikutnya:

  1. Allāhu lā ilāha illā huw(a)
  2. al-ḥayyul-qayyūm(u)
  3. lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un)
  4. lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i)
  5. man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī)
  6. ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum
  7. wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a)
  8. wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a)
  9. wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā
  10. wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Cocokkan setiap potongan dengan teks Arab di atas, lalu ulangi saat dzikir setelah shalat supaya hafalan makin kuat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ayat Kursi ada di surat apa dan ayat berapa?
Surat Al-Baqarah ayat 255.

Ayat Kursi ada di juz berapa?
Juz 3.

Kenapa disebut Ayat Kursi?
Karena di dalamnya terdapat kalimat wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, “Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.”

Bolehkah membaca Ayat Kursi saat haid?
Ulama berbeda pendapat tentang membaca Al-Qur’an bagi perempuan haid. Sebagian ulama, termasuk dalam mazhab Syafi’i, membolehkan membaca ayat yang berisi dzikir seperti Ayat Kursi dengan niat berdzikir, bukan niat membaca Al-Qur’an. Untuk kepastian, tanyakan kepada ustadzah yang kamu percaya.

Nyaman untuk shalat dan kajian

Hijab yang praktis dipakai berkali-kali dalam sehari: lihat koleksi hijab instan dan hijab segi empat Hijaberies.

Baca Juga

Sumber: teks Arab, transliterasi latin, dan terjemahan Qur’an Kemenag RI melalui equran.id; hadis dari Shahih Muslim, Shahih Bukhari, dan As-Sunan Al-Kubra An-Nasa’i. Jika menemukan kekeliruan, kabari kami melalui admin Hijaberies.

Kembali ke blog